40 Hari Membuktikan Keajaiban Shalat Dhuha (Hari 1)

Kemarin (11 Juni 2008) adalah hari pertamaku bertekad untuk selalu ajeg shalat Dhuha. Kata banyak orang, shalat Dhuha adalah shalat penambah rezeki. namun sayang, walaupun sudah tahu dan mendengar hal itu sejak dulu, saya belum pernah secara “serius” membuktikan kedahsyatannya. Apa memang janji Sang Nabi itu benar. Aku selama ini hanya meyakininya saja. Tapi belum membuktikannya.

Nah, mulai kemarin-lah aku mencoba mencatat hal-hal luar biasa yang berkenaan dengan rezeki yang aku alami pada hari-hari “pembuktian tersebut”.

Hari pertama kemarin, berlangsung normal seperti biasa. Tiada kejadian aneh dan luar biasa. Hanya saja, pada malam harinya, ketika pulang di kosan, temanku, Siswanto, yang numpang sementara di kosanku tidak kutemukan batang hidungnya.

Dari beberapa teman, aku mengerti bahwa dia ikut tahlilan kematian salah seorang warga bersama teman-teman Wasiat yang memang kerap mendapat undangan mengikuti acara semacam itu.

Nah, yang aku anggap sebagai bagian dari rezeki adalah waktu dia pulang. Dia bawa satu kotak yang berisi nasi beserta lauk-pauknya. Ada juga buah apel. Tentu saja ini adalah rezeki yang datang dari jalan yang tak terduga. Meski kecil, barangkali (saya anggap) itu adalah bagian dari efek shalat Dhuha.

Tak cukup itu, seorang teman tetangga kosan tak biasanya pulang dengan membawa sebungkus plastik berisi jeruk. Dia membagi jeruk itu kepadaku. Lha, pasti ini rezeki lagi, nich…! pikirku. Padahal baru sehari melaksanakan shalat Dhuha, tapi rezeki sudah mengalir seperti itu.

Kita tunggu saja ”kejutan” di hari berikutnya! :-)

Yang Baik Yang Diuji

عن أبي سعيد الخدري قال : أتى رجل النبي صلى الله عليه وسلم فقال : كبرت سني ، وسقم جسدي ، وذهب مالي ، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : « لا خير في جسد لا يبلى ، ولا خير في مال لا يرزأ منه إن الله إذا أحب عبدا ابتلاه ، وإذا ابتلاه صبره »

Dari Abu Sa’id Al Khudri, dia berkata, “Ada seorang laki-laki datang mengadu pada Nabi Saw dan berkata, ‘Umurku sudah tua, tubuhku sakit-sakitan, dan hartaku pun telah hilang.” Rasulullah saw pun bersabda, ‘Tidak ada kebaikan pada tubuh yang tidak diuji dan tidak ada kebaikan pada harta yang tidak hilang. Sesungguhnya jika Allah mencintai seorang hamba, Dia akan mengujinya, dan apabila Dia mengujinya, dijadikannya ia bersabar.” (HR Ibnu Abi Dunya)