40 Hari Membuktikan Keajaiban Shalat Dhuha (Hari 2)

Pascaterpilih menjadi Ketua Umum Wasiat, tugas dan sekaligus beban pertama yang harus saya hadapi adalah pengadaan base camp. Tugas ini terasa berat karena uang kas Wasiat “warisan” dari pengurus sebelumnya adalah minus 500 ribu. Padahal, warga Wasiat yang menghuni base camp tidak bisa diminta untuk langsung menyetor uang dalam jumlah banyak sekaligus. Pada periode yang lalu, mereka bahkan mencicil bayaran kontrak base camp sebanyak 50 ribu/bulan.

Sebenarnya, pertengahan bulan ini jatah kontrak base camp sudah habis. Pemilik kontrakan, Haji Sugeng, memberi toleransi hingga akhir bulan untuk meminta kepastian. Aku sendiri lagi pusing. Cadangan duitku lagi menipis dan tak mungkin cukup buat bayar DP.

Dalam kebingungan, pagi itu aku kirim SMS ke Neng Aniq, bendahara pengurus sebelumnya yang juga putri Kiai di Pondokku. SMS itu berisi permintaan solusi untuk mengatasi masalah ini. Dia langsung balas menelpon. Katanya, pengurus sebelumnya sempat meminta uang sumbangan pada Pak Taufikurrahman Saleh, anggota DPR, yang merupakan salah satu Dewan Penasehat Wasiat, untuk keperluan acara MUBES II. Namun, hingga MUBES II selesai, beliau belum ngasih. Nah, Neng Aniq memberi saran agar aku kembali menghubungi beliau. Siapa tahu dapat uang lumayan buat DP base camp. Pak Taufik sendiri rutin memberikan sumbangan untuk Wasiat. Termasuk untuk base camp tahun kemarin.

Alhamdulillah, bagiku ini adalah salah satu titik terang pemecahan masalah yang mungkin juga rezeki yang tak terduga.

Yang kedua, hari ini adalah hari terakhir masa kontrakku di Cicero Publishing. Namun, hingga sore ini (saat aku menuliskan tulisan ini), belum ada pembicaraan mengenai kelanjutan kontrak kerja. Namun, anehnya aku merasa tenang-tenang saja. Seakan tidak terjadi apa-apa. Sebenarnya, dalam hati aku yakin dengan kedahsyatan shalat Dhuha ini, dan mencoba menunggu “kejutan” seperti apa yang akan terjadi padaku.

Malam harinya, waktu pulang di kosan, tetangga kosan yang kemarin ngasih jeruk, malam itu pulang sambil membaca sebungkus plastik berisi apel besar. Dia membagi sebuah untukku. Alhamdulilah, sudah lama sekali aku tidak membeli atau makan apel. Selain karena tidak ada budget juga tidak terlalu ingin. Terima kasih.🙂

Published in: on Juni 13, 2008 at 11:07 am  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags:

The URI to TrackBack this entry is: https://yamboo.wordpress.com/2008/06/13/40-hari-membuktikan-keajaiban-shalat-dhuha-hari-2/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: