Mencukur ‘Rambut’

Kenapa Nabi menyarankan kita untuk mencukur rambut kemaluan menjelang malam pertama?

hari Jumat kemarin, saya tiba-tiba terpikirkan pada sebuah jawaban. entah benar atau tidak. aku mencoba menuliskannya di sini, barangkali ada di antara kawan yang punya pendapat yang lain sehingga bs dikompromikan.

jawaban yang tiba2 sempat melintas di benak saya:
barangkali suatu saat nanti, ketika salah satu pasangan merasa jenuh dengan “aktivitas malam” mereka, salah satu dari pasangannya bisa berinisiatif mencukur rambutnya.

hal itu barangkali dapat kembali mengingatkan pasanganya yang jenuh pada aktivitas pada malam pertama–pada saat bersemangat. diharapkan akan timbul gairah dan semangat baru.

bagaimana menurut Anda?

Published in: on Januari 18, 2009 at 6:46 am  Comments (2)  
Tags:

The URI to TrackBack this entry is: https://yamboo.wordpress.com/2009/01/18/mencukur-rambut/trackback/

RSS feed for comments on this post.

2 KomentarTinggalkan komentar

  1. boleh juga!!!!!!!

  2. hehe…. itu tafsir ngawur. mikir-mikir, kok tiba2 terlintas seperti itu.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: