Wlcome to the Real Life

Perbincangan via chat dengan salah seorang sahabat saya. Kami berbincang tentag makna hidup. Arti hidup ini sperti apa.

————————————————–

Awit atau mencari tempat untuk berlabuh …..

14:33 Khaled Ya, kalo tidak ada keyakinan atas apa yg kita cari/yang kita tuju, pasti akan merasa hampa

14:33 Awit sdang aku..?

14:33Khaled lha, kalo kita sedang mengarungi lautan dengan tujuan pasti tidak akan hampa hidup ini

14:33Awit lha itu…?

14:35Khaled Hidup @ perjalanan menuju kehidupan berikutnya…

14:37Awit berarti tujuan kita perjalanan berikutnya ???

14:37Khaled ya, itulah…

14:37Awit kapan mulainya.. setelah kita mati..? kenapa gak mati sekarang aja

14:38Khaled ya…

14:38Awit kenapa gak mati sekarang aja

14:39Khaled karena di pulau seberang, tempat kita berlabuh, kita akan dipisah-pisahkan…

14:39Awit ????? “dipisah-pisahkan” “ditakdirkan” “dihidupkan” dimatikan” kok jadi subjek kabeh ???

14:41Khaled ya, kita akan dipisah-pishkan berdasarkan kategori kita; telah seperti apa kita mengarungi perjalanan kita

14:41Awit *objek…

14:41Khaled Ya, karena kita adalah hamba…

14:42Awit *objek

14:42Khaled kasarnya, kita adalah budak dari seorang juragan yang sangat baik… yg memberikan kita pilihan-pilihan dan konsekwensi dari pilihan2 tsb.

14:42Awit lha….. berarti hidup bukan perjalanan atau buakn pilihan tapi dijalankan atau dipilihkan

14:43Khaled kita tidak dipilihkan, tp disediakan pilihan2… kita diberi pikiran utk berpikir apa yg kita pilih, apa yg kita lakukan, dan apa yg kita jalankan selama perjalanan hidup itu… kita diberi sarana, modal, kemampuan utk menjalankan pilihan-pilihan itu…

14:45Awit kapan kita punya pikiaran wong kita tidak pernah ditawari…

14:45Khaled bukankah ketika kita sudah berpikir ttg apa arti hidup, adalah berarti bahwa kita punya pikiran

14:45Awit apakah kamu mau dihidupkan..? tiba-tiba aja kita dilahirkan.. gda kontak sebelumnya *kontrak

14:48Awit baru beberapa tahun kemudian… kita dikasih pikiran padahal hidup sudah jalan…. bukankah yang demikian itu kita dipilihkan…? atau dipaksa untuk memilih…

14:59Khaled bukankah mnyenangkan ketika dilahirkan, kita bebas bermain dan tak terbebani dengan apapun ingin sesuatu, kita disediakan… lalu, ketika sudah berfikir, kita pun berkehendak untuk membalas kebaikan yg telah diberikan kepada kita

15:00Awit begitukah…?

15:03Khaled setidaknya, kita memang dipilihkan utk bebrapa hal yg baik dan menyenangkan buat kita dan dipilihkan pula beberapa hal yg kurang baik dan menyenangkan bagi kita andai sebelum lahir, orang2 itu ditawarkan dulu, mereka akan kesulitan memilih apa hidup seperti apa yg akan dijalaniya mau jd dokter, ia belum tahu seperti apa dokter itu? apa enaknya? mau jd polisi, ia belum tahu seperti apa polisiitu? apa enaknya? mau jd kiai, ia belum tahu seperti apa kiai itu? apa enaknya? dan lain sebagainya… ketika hidup terus berjalan, masing2 orang melihat sekelilingnya; melihat orang2 yg telah memberikan kebaikan baginya

15:05Awit yaaa…. sepakat…..

15:05Khaled maka, ada yg ingin meniru menjadi seperti orang yag telah berjasa baginya itu

15:06Awit Hidup bukan Pilihan….

15:07Khaled terserah yang memaknai, karena itu akan berpengaruh pada pilihannya ke depan…

15:07Awit welcome to the real live…

15:08Khaled hhmmmm…

Published in: on Januari 2, 2010 at 8:20 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

The URI to TrackBack this entry is: https://yamboo.wordpress.com/2010/01/02/wlcome-to-the-real-life/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: